Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. e-mail: pattahindi@gmail.com

Persiapan Lokakarya Pra Keberangkatan BUDI

Setelah pengumuman seleksi wawancara, bagi penerima BUDI LN akan diundang persiapan atau adaptasi sekolah keluar negeri. Ristekdikti menyebutnya dengan Lokakarya Pra Keberangkatan. Di tahap ini penerima beasiswa diberi pembekalan kiat cerdas kuliah di luar negeri dan intinya selesai tepat waktu.

Banyak hal yang diulas namun saya hanya menyarikan yang saya anggap urjen bagi penerima terutama yang baru keluar negeri seperti saya (hehehe). waktu itu kami dibagi kelompok sesuai dengan negara tujuan keberangkatan. 

Kelompok UK, Kelompok Belanda, Kelompok Jepang dan Kelompok Australia dan sekitarnya. Saya bergabung dalam kelompok Australia yang dimentori Professor John Hasulan dari IPB. Dalam materinya sang professor memberikan pengalaman kuliah dengan selamat sampai meraih gelar PhD. 

1. Persiapan adaptasi dari budaya, iklim dan metode belajar.

Penting bagi mahasiswa yang diluar negeri untuk beradaptasi budaya, iklim dan sistem perkuliahan. Di Australia, menurut Prof. Jhon budaya Barat sebagai mana umumnya dan akan sangat berbeda jaug dari Indonesia. Iklim, Australia memiliki empat musim walau salju tidak akan turun namun cuaca kadang dibawah lima derajat. Gagal melihat salju gumam saya dalam hati. Sistem perkuliahan, bagi yang mengambil PhD, sistem pendidikan Australia mengharuskan setiap pelajar memiliki sikap mandiri. Tentu akan sangat berbeda dengan di Indonesia dimana setiap kelas biasanya diisi beberapa mahasiswa yang saling berinteraksi. di luar negeri kita harus urus diri sendiri. itulah ketakutan saya sebenarnya. Tapi keep moving on. semua pasti bisa...

2. Menjaga komunikasi dengan Supervisor

Ini yang paling penting, banyak kasus kegagalan mahasiswa menyelesaikan study karena terbentur komuniasi dengan supervisor. jadi sangat jelas mengapa pada saat pendaftaran dan wawancara kita diharuskan memiliki calon supervisor. Fungsi supervisor adalah membimbing mahasiswa untuk selesai pada waktunya. Oleh sebab itu jauh-jauh hari sebelumnya kita diharuskan membangun komunikasi dengan supervisor. Nasehat mentor kelompok kami "kalau mau aman ikuti saja kemauan professor yang penting bukan yang sifatnya prinsipil" 

3. Membangun jejaring

Tugas mahasiswa di luar negeri adalah membangun jejaring. hal itu yang menjadi penekanan dalam lokakarya. Banyak hal yang bisa dilakukan  dalam membangun jejaring yaitu riset kolaboratif, publikasi jurnal. Outputnya menjadi nilai tambah dalam pembangunan ilmu dan tekhnologi di Indonesia. Beasiswa BUDI tidak gratis, harus ada output sebagai tolok ukur ya salah satunya publikasi itu.

4. Publikasi, Publikasi, Publikasi

Harus diakui publikasi ilmuan Indonesia masih kalah dari negara tetangga Malaysia. Data dari lama Scimagojr (SJR) menunjukkan Amerika menduduki ranking teratas dalam produktivitas publikasi. sedangkan Indonesia? dimana kita?. lihat sendiri saja ya. ini lamannya http://www.scimagojr.com/countryrank.php

sumber: scimagojr
sumber: scimagojr
Saya teringat penggalan lagu ciptaan Dirjen Sumber Daya Dikti Profoessor Ali Gufron. Beliau bernyanyi :
"mari-mari bekerja keras, jangan lupa dipublikasi..."
Tertawa lepas lah kami saking kocak nya sang dirjen.
Target sang Dirjen setiap penerima budi harus menelorkan setiap tahun 1 jurnal internasional bereputasi. Jadi kalau empat tahun, berarti harus 4 jurnal pemirsa. Bisa-bisa modar :D. Namanya target, kalau tercapai Alhamdulillah kalau tidak?, ya wassalam saja. Mohon maaf Pak Dirjen kalo kami tidak sampai target segitu. Satu saja sudah hebat apalagi empat. sekali lagi namanya target.     

5. Pulang ke Indonesia

Pastilah kami pulang pak. Betul? iya betul Pak karena saya dibiayai pajak rakyat melalui LPDP jangan lupa sebutkan juga RISTEKDIKTI ehehehe. setiap menulis disertasi dibagian pengantar jangan lupa menyebutkan Kemristekdikti-LPDP. Baiklah pak, kalau cuma menaruh nama itu gampang pak. Yang susah kalau tidak pulang-pulang ke Indonesia saking enaknya dapat riset di negara studi. Bisa-bisa dicabut kewarganegaraan kita. 

Kiranya banyak yang bisa disampaikan terkait lokakarya prakeberangkatan beasiswa BUDI LN namun saya sederhanakan saja biar tambah penasaran hehehe. yang lainnya hanya bersifat teknis dan yang memegang kendali dalam hal ini orang LPDP jadi sahabat yang mendapat beasiswa BUDI LN pelajari panduan LPDP terkait SIMONEV dan panduan lainnya. 

Selamat berjuang teman-teman yang mau mengambil beasiswa BUDI. Semoga ber-BUDI dan lulus

Sumber: SDID Ristekdikti

Mentor kami Professor John Hasulan (Foto: SDID Ristekdikti)

Kiri-kanan: Direktur Utama LPDP, Dirjen SDID, Seniman mas Butet Kartaredjasa (foto: SDID Ristekdikti)

sumber: SDID Ristekdikti
  
Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...