Saturday, April 4, 2015

Pilihan Hidup

Hari ini akhir pekan, jam sudah menunjuk pukul sembilan pagi, bertanggal lima april dua ribu lima belas. di sebuah ruangan tiga kali empat--saya, wakil dekan dan dekan duduk membahas hal yang penting--Saya diajak untuk bergabung menjadi salah staf fakultas di fisip unismuh kendari. Saya dipercaya menduduki jabatan kepala perpustakaan fakultas itu.

Saya amat senang karena saya akan ditempatkan pada ruangan yang amat saya sukai, tempat ratusan buku akan saya kelola dan itu sudah lama saya idamkan.

Saya tak mengiyakan. Orang akan berfikir jika diberikan amanat dan berakibat pada naiknya jumlah nominal maka pasti berfikir tak usah berlama-lama dan menyatakan "bersedia". Tapi saya tak melakukannya. Saya hanya menjawab diplomatis "berikan pada yang lebih tepat pak".

Saya melakukan ini dengan sebuah alasan tak peduli jumlah nominal yang ditawarkan (padahal saat ini saya masih selalu kekurangan). Saya memilih untuk tidak terlibat karena ada muatan politisnya. Saya diharuskan ikut dalam 'gerbong' mereka. Sesuatu yang tak akan pernah sesuai dengan idealisme saya. Saya tak anti politik, saya hanya tak suka dengan sistem yang ada di fakultas. Saya pun menarik diri.

Tak lama berselang saya pun pamit meninggalkan ruagan pimpinan.

Dalam amatan saya, kampus bagi mereka hanya dijadikan tempat mencari uang bukan untuk mencerdaskan manusia. Saya jadi takut ikut terlibat dalam permainan untuk memanfaatkan kampus sebagai 'mesin' pencetak uang. Suatu yang saya takutkan.

Fakta hari ini, Dosen atau intelektual kini semakin jauh dengan nilai akademik dan cenderung opurtunis. Banyak pengalaman mengajar di beberapa kampus dari Makassar hingga kendari semua hampir sama. Tempatnya saja yang berbeda.

Dosen hari ini di kampus saya lebih orientasi uang ketimbang karya bukan pengabdian. saya tak ingin itu terjadi.

Saya tak tahu dampak dari penolakan saya itu. Qun faya qun. Terjadilah yang akan terjadi.

Terima kasih istriku. Engkau telah menguatkan pilihanku.

Kendari menjelang gerhana bulan di Bulan April 2015.t
Share: