Monday, July 26, 2010

Tentang Hidup

drrt...drtt..handphone bergetar. sms masuk. Innalillah wainnalillah, telah meninggal tetangga belakang rumah. Berita dari kampung masuk. Aku membalas dengan sedikit bernada interogatif, bertanya sebab musabab tetangga itu meninggal. Kenapa bisa ? Balasan datang kemudian, perempuan paruh baya yang bersuamikan tukang ojek itu ia memeliki riwayat diabetes dan tak mampu membayar biaya obat di rumah sakit. Dia ditolak karena faktor biaya. Betapa mirisnya hidup.batinku subuh itu. saat matahari masih muda sudah mendengar berita duka.

Kampung itu hanya di huni beberapa kepala rumah tangga, tidak sampai empat puluh KK. Hanya bisa disebut rukun tetangga tepatnya. Sebuah Surau berdiri ditengah-tengah, baru dibangun seorang dermawan yang prihatin atas kondisi kampung. Dan kami tinggal di kampung itu beberapa lama sebelum pindah untuk sebuah alasan ekonomi. Mencari sesuap nasi. Tapi hubungan sosial kami tetap terjaga sebagai kesadaran tradisi. Merasa satu keluarga.

Share:

Thursday, July 22, 2010

Seperti hujan, aku mengagumimu sepanjang waktu

“...why you want to do this
Why you want to fall
Why you keep pretending
To make sense of it all
I hope you just dont stop praying when the waters fall
Cause standing in the rain ain’t gonna leave you dry...”
Jamie scott & the town standing in the rain

aku selalu terkenang dengan peristiwa, saat hujan di bulan juni. hujan menahanku untuk beranjak dari halte saat itu.

aku jatuh cinta dengan hujan. saat bulan juni tentunya. Hujan hari ini kembali datang di bulan juli, dan anehnya hujan menyapa saat berada di halte, sebuah kebetulan yang sempurna- hujan, halte dan kenangan. Hmm...lengkap sudah kenangan. sebuah peristiwa yang kebetulan memberi nuansa sore itu.

Gemercik hujan memecah lamunan mengenang masa lalu, pertama bertemu di halte dan hanya melempar senyum. interaksi sunyi pun terjadi. Mungkin kau ingat itu.


Share: